Contoh SKP – Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil – PNS

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013, maka mulai tahun 2014 setiap pegawai negeri sipil / PNS harus sudah membuat SKP (Sasaran Kerja Pegawai). SKP dibuat setiap awal tahun oleh setiap pegawai sebagai bentuk komitmen tentang program kerja pada tahun yang bersangkutan. SKP ini menjadi dasar untuk pemberian DP3 atau Penilaian Prestasi Kerja Pegawai pada akhir tahun untuk pegawai yang bersangkutan.

Pengertian Penilaian Prestasi Kerja Pegawai:
Penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai adalah merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pelaksanaan pekerjaan atau unjuk kerja (perfomance appraisal) seorang pegawai. Di lingkungan PNS dikenal dengan DP-3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP 10 Tahun 1979.

Tata Cara Penyusunan SKP:

  • Setiap PNS wajib menyusun SKP sebagai rancangan pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan sesuai dengan rincian tugas, tanggung jawab dan wewenangnya sesuai dengan struktur dan tata kerja organisasi.
  • Sasaran Kerja Pegawai (SKP) disusun dan ditetapkan sebagai rencana operasional pelaksanaan tugas pokok jabatan dengan mengacu pada Renstra dan Renja.

Unsur-Unsur SKP:

  1. Kegiatan Tugas Jabatan.
    Tugas Jabatan yang dilakukan harus didasarkan pada rincian tugas, tanggung jawab dan wewenang jabatan sesuai yang ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organisasi.
  2. Angka Kredit
    Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang PNS dalam rangka pembinaan karier dan jabatannya.
  3. Target
    Setiap pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan harus ditetapkan target yang diwujudkan dengan jelas sebagai ukuran prestasi kerja, baik dari aspek kuantitas, kualitas, waktu dapat disertai biaya.
  4. Tugas Tambahan dan/atau Kreativitas
    Selain melakukan Kegiatan Tugas Jabatan apabila   ada tugas tambahan terkait dengan jabatan dapat ditetapkan menjadi tugas tambahan dan/atau kreatifitas dalam pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan.

Berikut ini adalah contoh SKP untuk Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pengawas Sekolah/Mata Pelajaran jenjang Pengawas Muda. Untuk jenjang Pengawas Madya dan Pengawas Utama ada perbedaan dalam penghitungan Angka Kredit.
Sebagai contoh Anda bisa download dengan klik link di bawah ini:

DOWNLOAD CONTOH SKP

========

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: