Renungan Lukas 12:39-48 Rabu, 24 Oktober 2012

Kemarin saya mendapat pengarahan tentang protokoler dalam acara-acara resmi di kantor. Di antaranya tentang aturan menata tempat duduk pada saat rapat. Dimana seorang pimpinan harus duduk, siapa yang harus di sebelah kanannya, siapa yang harus di sebelah kirinya, dan seterusnya. Dalam hati saya merenungkan, jika semua peserta rapat itu tidak tahu aturan itu, maka apa pun susunan penataan tempat duduk akan menjadi tidak ada masalah. Terjadi masalah jika sebagian dari peserta itu tahu tentang protokoler, dan yang bertugas menyiapkan rapat tidak tahu, maka sudah tentu jika penataannya salah akan menjadi masalah. Kemudian beda lagi kalau yang bertugas menyiapkan itu sebenarnya tahu tentang protokoler tetapi tidak menata dengan benar, dan para peserta rapat juga tahu tentang protokoler, maka petugas yang menyiapkannya tentu akan mendapat cemoohan, atau bahkan teguran dari berbagai pihak. Orang yang mengetahui tentu akan mendapat tuntutan yang lebih besar daripada orang yang tidak mengetahui tentang aturan.

Hari ini Yesus berkata, “Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut daripadanya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut daripadanya.”

Kita semua telah menerima tugas dalam kehidupan ini sesuai dengan talenta masing-masing, kita dituntut untuk menjadi diri kita sendiri dengan sungguh-sungguh. Apa yang kita terima dan apa yang kita miliki akan diminta pertanggungjawaban pada saatnya. Manusia tidak dituntut berbuat lebih dari apa yang diketahui dan apa yang dimilikinya, tetapi juga sebaliknya manusia diwajibkan untuk melaksanakan apa yang diketahuinya dan memberikan dari apa yang dimilikinya.
Seorang ibu rumah tangga hendaknya benar-benar menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anaknya dan seorang isteri yang baik bagi suaminya, demikian pun sebaliknya seorang suami, seorang anak juga dituntut untuk melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri maupun keluarganya dan untuk orang lain sesuai dengan tingkat kemampuannya.

Dan dari ayat-ayat ini kita juga bisa memetik hikmat bahwa ilmu itu untuk diamalkan, setiap orang yang memiliki ilmu dituntut untuk digunakan agar bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Orang yang tidak mau mengamalkan ilmunya bagaikan orang yang memendam talentanya di dalam tanah. Maka ia akan mendapat banyak pukulan pada saatnya nanti. Tetapi sebaliknya orang yang mau mengamalkan apa yang dimilikinya untuk orang lain, maka ia akan mendapat kebahagiaan, bahkan mulai pada saat ini juga.

Sebab untuk apakah kita ini hidup? Untuk apa seorang petani memeras keringat setiap hari, untuk apa seorang guru mengajar, untuk apa seorang pedagang berkeliling menjajakan dagangannya. untuk apa, untuk apa dan seterusnya. Kalau kita dikejar dengan pertanyaan itu, tentang apa yang kita lakukan. Maka pada ujung jawabannya adalah untuk memberikan sumbang sih menata kehidupan ini agar mencapai kehidupan yang harmonis, damai, sejahtera, di bumi seperti di surga. Singkatnya untuk menghadirkan kerajaan Allah pada saat ini dan di sini juga. Itulah yang dituntut dari diri kita masing-masing, turut menghadirkan kerajaan Allah, dengan kemampuan yang kita miliki. Maka omong kosong jika orang ingin mengejar sorga, tetapi dia menghancurkan kehidupan yang ada pada saat ini.

Dan berbahagialah orang yang meninggal dunia atau dipanggil Tuhan ketika dia sedang menjalankan tugasnya. Karena orang-orang seperti itulah yang juga akan mendapatkan kebahagiaan di surga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: