Alasan Mendoakan Orang Mati

Sejak zaman purba sampai saat ini ada berbagai pandangan yang berbeda tentang mendoakan orang yang sudah meninggal. Ada yang menganggap bahwa mendoakan orang yang sudah meninggal adalah hal yang sia-sia, bahkan bidaah atau sesat. Lalu alasan atau apa yang menjadi dasar bagi orang Katolik untuk mendoakan orang yang sudah meninggal?

  1. Dasar biblis yang pertama adalah Kitab II Makabe 12:38-45 Korban untuk orang-orang yang tewas. Dikisahkan bahwa di dalam pakaian prajurit yang tewas ditemukan jimat yang dilarang oleh agama sehingga mereka dianggap meninggal dalam keadaan dosa. Lalu Yudas mengumpulkan korban persembahan ke Yerusalem untuk mohon penghapusan dosa bagi mereka.
  2. Matius 18:19 “Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.” Kita bisa minta apa pun kepada Allah, tentu hal-hal yang baik. Mendoakan orang yang sudah meninggal dan menderita karena dosa supaya mereka menjadi bahagia tentu hal yang sangat baik. Maka kita percaya bahwa Allah juga akan berkenan mengabulkan permintaan kita.
  3. Matius 16:19 “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”  Yesus memberikan kuasa kepada Petrus dan kuasa itu diteruskan oleh Gereja Katolik. Maka Gereja Katolik punya kuasa dari Yesus sendiri untuk melepaskan dosa manusia atau menetapkan dosa manusia tetap ada. Kuasa melepaskan dosa untuk orang yang sudah mati disebut indulgensi.
  4. Doa atau permohonan untuk orang lain juga diperhatikan oleh Tuhan. Yohanes 11:1-44 “Lazarus dibangkitkan.” Matius 8:5-13 “Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum.” dan ayat-ayat lain tentang permohonan seseorang untuk orang lain, dikabulkan oleh Yesus.
  5. Bahwa soal orang masuk sorga atau neraka, bukanlah suatu takdir atau predestinasi, tetapi Allah yang memberikan rahmat keselamatan kepada manusia, dan manusia itu menanggapinya atau tidak. Ada rahmat Allah dan ada juga pengaruh dari usaha manusia untuk menanggapi rahmat itu. Perbuatan baik manusia tetap mendapat penghitungan di hadapan Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: