BKSN 2012 Pertemuan 4 : Mengubah Air Menjadi Anggur

      Tak terasa bulan September sudah memasuki pekan ke-4, jika secara rutin kelompok Anda mengadakan pertemuan untuk membahas materi BKSN 2012, maka sudah harus mempersiapkan pertemuan ke-4. Maka berikut ini kami menampilkan materi pertemuan ke-4 yang bertemakan “Menguah Air Menjadi Anggur” diambil dari Yohanes 2:1-11.

  1. Doa Pembuka.
  2. Lectio.
    Referensi Pemandu (tidak untuk dibacakan secara apa adanya).
    Ayat 1-2:
    Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus hadir dalam pesta itu. Dalam Injil Yohanes, Bunda Yesus memang tidak pernah disebut dengan namanya. Ia selalu disebut dengan ‘Ibu Yesus’ (Yoh.2:1.3.5.12; 19:25). Cara penyebutan ini merupakan sebuah kebiasaan di kalangan orang Timur Tengah yang menjadi gelar penghormatan untuk memuji seorang ibu yang memiliki anak. Mengingat Ibu Yesus ada di sana, sementara Yesus juga diundang ke pesta itu, tampaknya yang mempunyai pesta memiliki hubungan erat dengan keluarga Yesus. Begitu eratnya sehingga Yesus, yang waktu itu tidak berada di rumah, merasa perlu untuk datang ke perkawinan tersebut.
    Pesta itu berlangsung sangat meriah dan para tamu yang hadir lebih banyak daripada yang diharapkan sehingga tuan rumah kehabisan anggur. Dalam pesta seperti itu tuan rumah pertama-tama menyajikan anggur yang baik. Kalau anggur yang baik sudah habis, baru disajikan anggur yang kurang baik. Jangankan anggur yang baik, yang kurang baik pun tidak ada lagi. Terjadi kepanikan besar di tengah pesta itu karena tidak ada lagi anggur yang dapat disajikan sementara masih banyak tamu yang hadir. Apalagi waktu sudah malam sehingga orang tidak dapat lagi membeli anggur. Tuan rumah dan penyelenggara pesta bisa dilanda rasa malu karena dapat dituduh mengundang orang untuk datang ke pesta, tetapi tidak menjamunya.
    Bisa dibayangkan, kekurangan anggur yang terjadi dalam pesta adalah sesuatu yang amat memalukan bagi sang empunya pesta. Menurut tradisi Yahudi, perkawinan seorang gadis diadakan pada hari Rabu – sementara jika yang menikah seorang janda, perkawinannya diadakan pada hari Kamis. Pesta perkawinan berlangsung selama 7 hari (Kej. 29:27 ; Hak.14:12). Jika yang menikah adalah seorang janda maka pesta berlangsung selama 3 hari, jika pernikahan antara janda dan duda berlangsung hanya sehari. Kalau memang pada zaman itu pesta perkawinan berlangsung selama beberapa hari, kita tidak tahu persis kapan kehabisan anggur itu terjadi. Yang jelas, anggur sebagai hidangan utama habis.
    Ayat 3-5:
    Maria sadar akan situasi ini, ia pun mendatangi Yesus dan memberitahukan, “Mereka kehabisan anggur.” Yesus memang belum pernah melakukan mukjizat sebelumnya, namun Maria sungguh mengenal Yesus. Ia mengetahui bahwa Yesus dapat melakukan sesuatu untuk menolong mereka walaupun barangkali ia tidak mengetahui bagaimana Yesus akan melakukannya. Tetapi Yesus menjawab, “Mau apa engkau daripadaKu? SaatKu belum tiba.”
    Jawaban Yesus pada Maria itu tampak kasar untuk diucapkan oleh seorang anak pada ibunya. Wajar kalau seorang ibu kaget mendengar anaknya menjawab ibunya dengan cara seperti itu. Namun Maria seperti tak menghiraukan keberatan Yesus. Ia langsung menemui para pelayan dan meminta para pelayan melakukan apa yang diperintahkan oleh Yesus, “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”
    Ayat 6-8:
    Walapun tampaknya keberatan, Yesus memenuhi permintaan ibu-Nya. Ia menyuruh para pelayan mengisi tempayan yang biasa dipakai untuk membasuh kaki para tamu dengan air, “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Setiap tempayan itu dapat diisi dengan 80-120liter air. Kemudia Yesus meminta pelayan mencedok air itu dan memberikannya kepada pemimpin pesta. Air yang biasa digunakan untuk membasuh kaki itu telah berubah menjadi anggur yang terbaik. Tempayan yang tadinya merupakan tempat air yang menjadi sarana penyucian menurut adat Yahudi, kini diubah menjadi tempat untuk anggur.
    Ayat 9-10:
    Ketika pemimpin pesta itu mencicipi air yang telah menjadi anggur, ia bingung bagaimana mungkin tiba-tiba ada anggur terbaik. Ia pun memanggil mempelai laki-laki lalu berkata kepadanya, “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik, akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Mempelai laki-laki itu adalah orang yang paling merasa khawatir ketika mendengar bahwa anggur telah habis. Tiba-tiba saja pemimpin pesta menuduh dia menyimpan anggur yang terbaik. Ia bingung karena memang ia tidak menyimpan anggur, apalagi yang terbaik. Bisa dibayangkan bagaimana reaksi mempelai laki-laki itu mendengar tuduhan pemimpin pesta. Bagaimanapun juga, sekarang tuan rumah dapat menjamu para tamu yang masih berdatangan dan mereka pun, terutama mempelai laki-laki, terhindar dari rasa malu.
    Ayat 11:
    Kisah ditutup dengan ayat 11 yang berbunyi, “Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tandaNya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemulianNya, dan murid-muridNya percaya kepadaNya.” Dalam kisah itu, para pelayan, para murid Yesus, dan kita sebagai pembaca menjadi saksi mukjizat yang dibuat oleh Yesus.
  3. Meditatio.
  4. Oratioa.
  5. Doa Penutup.

 

(Dari Gagasan Pendukung & Pendalaman Kitab Suci, LBI, 2012).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: