BKSN 2012 Pertemuan 2: Mengusir Roh Jahat di Gerasa

  1. Pembuka:
    Pemandu membuka pertemuan dengan nyanyian dan doa pembuka.
  2. Lectio:
    Pemandu mengajak peserta untuk membaca Injil Markus 5:1-20, bisa dibaca bersama-sama, bergantian, dan sebagainya tergantung pada kreativitas pemandu.

    Memperdalam Injil seputar kulitnya, belum sampai pada tafsir dan sebagainya, cukup pada pemahaman tentang kalimat, situasi, makna kata dan semacamnya. Bisa melalui tanya jawab dari dan kepada peserta.
    Berikut referensi untuk pemandu (bisa dibacakan):

    •  Ayat 1-10: Yesus dan para muridNya sampai di seberang danau dan mendarat di daerah orang Gerasa. Adanya sejumlah besar babi menjadi petunjuk bahwa peristiwa yang dikisahkan dalam perikop ini terjadi di daerah orang non Yahudi. Babi tidak mungkin berada di lingkup orang Yahudi karena merupakan binatang najis (Bil. 11:7-8; Ul.14:8). Memasuki daerah non Yahudi berarti memasuki daerah najis. Mukjizat pengusiran roh jahat ini merupakan satu-satunya mukjizat yang terjadi di luar batas wilayah Israel. Kedatangan Yesus dan para muridNya di tempat ini disambut oleh seorang yang kerasukan roh jahat. Hebatnya kekuatan orang yang kerasukan itu sudah diakui dan dirasakan oleh masyaraakt Gerasa. Orang itu mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari roh-roh yang merasukinya. Tidak ada yang cukup kuat untuk menjinakkannya, bahkan orang takut padanya. Ia berbahaya untuk orang-orang yang berada di dekatnya. Karena itu berulang kali orang berusaha untuk membelenggu dan mengikatnya dengan rantai. Tetapi setiap kali dirantai, ia memutuskan rantai pengikat itu. Tidak ada yang sanggup mengendalikannya dan ia dibiarkan tinggal di pekuburan. (Gua-gua yang terdapat di lereng-lereng bukit digunakan sebagai kuburan. Bagi orang Yahudi, kuburan itu najis dan menajiskan Mat. 23:27). Keltika melihat Yesus, orang itu berlari mendekatiNya. Bukan keinginan orang itu, melainkan roh jahat yang merasukinyalah yang telah membawa dia mendekati Yesus. Tetapi Yesus menghardiknya, “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”. Roh itu justeru menyembah Dia dan berkata, “Apa urusanmu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang mahatinggi?” Ternyata tidak hanya satu roh yang merasuki orang itu, tetapi banyak; karena itulah mereka menyebut diri ‘Legion’. Kata legion sebenarnya menunjuk pada satuan terbesar tentara Romawi yang selama berabad-abad menjadi andalan kekaisaran Romawi. Secara teoritis satu legion terdiri dari kira-kira 6.000 serdadu, yang terdiri dari 5.000 infanteri dan sekitar 120 kavaleri. Karena jumlah yang banyak itu, kata legion bisa dipakai sebagai kiasan untuk menyebut ‘banyak’. Ia mengetahui jati diri Yesus dan mengaki bahwa Yesus sanggup memerangi roh jahat dan bahwa kekuatanNya jauh melebihi kekuatan mereka. Maka roh itu meminta Yesus tidak menyiksanya dan tidak mengusirnya dari tempat itu.
    • Ayat 11-13: Di lereng bukit, dekat tempat Yesus bertemu dengan orang yang kerasukan itu, ada banyak babi sedang mencari makan. Roh-roh najis itu meminta kepada Yesus agar diperbolehkan pindah dari dalam tubuh orang itu ke dalam kawanan babi yang ada di situ. Mereka mengakui kuasa Yesus yang sanggup mengirim mereka ke mana pun Ia menghendaki. Yesus mengabulkan permintaan mereka itu, maka mereka merasuki babi-babi itu. Akibatnya kawanan babi  yang berjumlah besar itu sekitar 2.000 ekor itu terjun dari tebing curam ke dalam danau. Dari jumlah ini tampak betapa besarnya kekuatan roh jahat yang dikalahkan oleh Yesus. Semua babi itu mati lemas di danau itu. Menurut keyakinan orang Yahudi zaman itu, danau atau laut merupakan tempat hunian roh-roh jahat (Ayb 7:12; 51:9-10; Dan.7; Mat.8:32). Kelompok roh jahat yang menyebut diri legion itu telah meninggalkan orang itu sehingga kiti ia telah waras.
    • Ayat 14-17: Penduduk Gerasa mendengar dari para penjaga babi segala yang terjadi pada orang yang kerasukan dan pada kawanan babi itu. Kemudian mereka mendesak Yesus supaya meninggalkan tempat itu. Mengapa orang-orang itu justeru tidak berterima kasih kepada Yesus? Yesus pernah dituduh mengusir setan dengan kuasa penghulu setan (Mrk. 3:22). Bisa jadi orang Gerasa berpikir demikian juga: Ia mengusir roh-roh jahat itu dengan menggunakan kekuatan roh jahat yang lebih besar kekuatannya dan lebih tinggi kedudukannya dalam kerajaan setan. Karena keberadaan Yesus di tempat itu mereka rasa menakutkan, penduduk Gerasa memutuskan untuk menyuruh Yesus pergi dari wilayah mereka.
    • Ayat 18-20: Yesus segera bersiap-siap untuk pergi meninggalkan tempat itu. Saat Ia naik ke perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu minta agar dipergolehkan menyertaiNya. Yesus memang tidak  mengizinkannya, tetapi memberinya tugas untuk mewartakan pada orang-orang kampungnya ‘segala sesuatu yang telah diperbuat oleh TUhan atasmu dan bagaimana ia telah mengasihani engkau!’ (ay.19). Bukan setan atau penghulu setan yang telah membebaskannya dari roh jahat, melainkan Tuhan. Hal ini merupakan wujud kasih Allah padanya. Allah hadir di tempat itu dan menyingkirkan kekuasaan setan di tempat itu. Orang itu secara nyata mengalami datangnya Kerajaan Allah. Allah mengasihaninya dan membebaskannya dari kuasa setan. Melalui tugas itu Yesus mengajak dia untuk mengambil bagian dalam tugasNya sendiri, yakni mewartakan datangnya Kerajaan Allah. Yesus mengutus orang itu sebagaimana nanti Ia mengutus para muridNya. Orang itu pun memberitakan segala yang dilakukan oleh Yesus di daerah Dekapolis dan orang-orang yang mendengarkannya heran akan perkatanNya.
  3. Meditatio (merenungkan).
    • Pemandu mengajak peserta untuk masuk dalam suasana hening dengan mata terpejam. Kemudian pemandu meminta peserta untuk membayangkan peristiwa yang dikisahkannya dalam perikop tersebut.
    • Pemandu mengajak peserta untuk merenungkan apa yang dapat dipelajari/diteladan dari Yesus (sikap, kepribadian, dan kehendakNya), dari orang-orang yang kerasukan, dan dari orang-orang Gerasa bagi diri peserta sendiri (bukan untuk mengajar orang lain).
    • Pemandu meminta peserta untuk menuliskan hasil renungannya secara singkat.
    • Pemandu meminta peserta, beberapa/satu persatu untuk membacakan hasil renungannya tersebut.
      Contoh hasil renungan: Setelah disembuhkan oleh Yesus, orang yang tadinya kerasukan Legion itu diperintahkan oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan kasih Allah kepadanya. Orang itu pun melaksanakan perintah Yesus itu. Dari orang Gerasa ini, saya diingatkan untuk memperhatikan kasih Allah yang saya alami selama ini.
  4. Oratio (Berdoa).
    • Pemandu mengajak peserta untuk menuliskan doa sebagai tanggapan atas pesan yang telah diterima dalam perikop di atas.
    • Pemandu meminta peserta untuk membacakan doa-doa yang telah ditulisnya. Rangkaian doa ditutup dengan doa Bapa Kami.
  5. Penutup.
    Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan nyanyian penutup.

 

(Dari Buku Gagasan Pendukung dan Pendalaman Kitab Suci).

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: