Gagasan Pendukung Bulan Kitab Suci Nasional Tahun 2014
Tema : Keluarga Beribadah Dalam Sabda
Oleh : YM. Seto Marsunu Ketua Lembaga Biblika Indonesia

“Saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran..” (Yoh. 4:23).

PENDAHULUAN

“Ibu-ibu, benarkah Anda mengajarkan doa-doa Kristiani kepada anak-anak Anda? Benarkah Anda, bersama dengan para imam, menyiapkan mereka untuk menyambut sakramen-sakramen, yang mereka terima selagi masih muda: sakaramen Tobat, Komuni, dan Krisma? Benarkan Anda mendorong mereka, kalau sedang sakit, untuk mengenangkan Kristus yang menderita sengsara, untuk memohon pertolongan kepada Santa Perawan Maria dan para kudus? Apakah Anda bersama mendoakan Rosario keluarga? Dan Anda, bapak-bapak, benarkah Anda berdoa bersama dengan anak-anak Anda, dengan seluruh keluarga, setidaknya kadang-kadang? Contoh kejujuran Anda dalam pikiran maupun perbuatan, berpadu dengan doa bersama, menjadi pelajaran untuk hidup, tindakan ibadat yang bernilai istimewa. Itulah cara Anda membawa damai dalam rumah tangga Anda: Pax hic domui, semoga damai turun di atas rumah ini! Ingat, begitulah Anda membangun Gereja.”

Paus Paulus VI, dikutip oleh Paus Yohanes Paulus II
Dalam Familiaris Consortio 60.

Keluarga, terutama para orang tua, mempunyai tanggung jawab besar dalam membangun Gereja. Tanggung jawab ini dimulai dan diwujudkan dengan mendidik anak-anak dalam doa. Tentu saja mendidik anak dalam doa tidak sekedar berarti mengajak anak untuk menghapalkan doa-doa Katolik. Lebih jauh hal itu berarti membina anak-anak agar tumbuh menjadi orang  memiliki iman yang matang di dalam Kristus dan sungguh berbakti kepada Allahnya (ilahnya-red.). Dalam pemahaman umum, setiap orang tua menghendaki agar anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil dalam kehidupannya. Keberhasilan ini tidak mungkin dibatasi hanya pada soal materi dan duniawi. Keberhasilan yang sebenarnya menyangkut soal kedewasaan dalam iman dan bakti kepada Allah. “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya?” (Mrk. 8:36). Yang membedakan kehidupan seorang yang beriman dengan yang tidak beriman justeru keyakinan akan kebangkitan badan dan kehidupan yang kekal. Orang beriman memang sedang menjalani kehidupan di dunia ini, tetapi ia sekaligus mengarahkan kehidupannya pada kehidupan abadi. Sebaliknya, keyakinan akan kehidupan yang abadi menuntun kehidupannya di dunia ini.

Dalam tulisan ini, kita akan melihat lebih jauh perjumpaan antara keluarga dengan Allah di dalam ibadah yang dilaksanakan oleh keluarga. Untuk itu kita akan belajar dari pengalaman umat Israel mengenai ibadah, kritik para nabi, dan ajaran Yesus. Pertama-tama kita akan melihat perjumpaan antara Allah yang ada dalam surga dengan manusia yang tinggal di dalam dunia ini. Perjanjian Lama memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana Allah yang tampaknya jauh itu ternyata dekat dan dapat dijumpai oleh manusia di dunia ini. Perjumpaan itu terjadi di dalam ibadah yang dilangsungkan oleh umat yang percaya kepada Allah. Pada dasarnya ibadat merupakan bentuk perjumpaan antara Allah dan manusia sehingga terjadi pergaulan yang mesra antara keduanya. Ketika terjadi penyimpangan dalam praktek ibadah yang dilakukan oleh umat Israel, para nabi tampil dan mengingatkan mereka. Umat Israel menganggap bahwa ibadah semata-mata  upacara keagamaan yang terlepas dari kehidupan yang sebenarnya.

Para nabi menegaskan kembali arti ibadah yang sebenarnya, yakni mengungkapkan bakti mereka kepada Allah yang telah mengasihi mereka. Selanjutnya, kita akan mendalami pengajaran Yesus mengenai ibadah yang benar kepada Allah. Ia menegaskan bahwa untuk beribadah kepada Allah, orang harus mengenal Allah yang sejati dan memiliki motivasi yang benar. Berdasarkan seluruh uraian tersebut, kita akan melihat bagaimana pemahaman tentang seluk-beluk ibadah dapat mendorong umat Katolik untuk melaksanakan ibadah di dalam lingkup keluarga.

Oleh: Administrator | 25/05/2014

Rasio Perbandingan Guru : Siswa

Bagi guru pemegang sertifikat Pendidik, jika ingin mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP), salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah mengampu kelas/mapel dengan jumlah siswa yang mencukupi. Apabila guru tersebut mengampu peserta didik yang kurang dari ketentuan, maka TPP tidak boleh disalurkan kepada yang bersangkutan. Peraturan tersebut sudah berlaku sejak tahun 2008. Maka hendaknya bagi para guru kelas/mapel yang memiliki jumlah peserta didik belum sesuai peraturan, harus segera menyesuaikan jika TPP ingin terus diterima.

Peraturan rasio jumlah siswa tersebut tertuang dalam PP nomor 74 tahun 2008 tentang guru, khususnya pada pasal 17 yang berisi sebagai berikut:
Pasal 17
Guru Tetap pemegang Sertifikat Pendidik berhak
mendapatkan tunjangan profesi apabila mengajar di
satuan pendidikan yang rasio minimal jumlah peserta
didik terhadap Gurunya sebagai berikut:
a. untuk TK, RA, atau yang sederajat 15:1;
b. untuk SD atau yang sederajat 20:1;
c. untuk MI atau yang sederajat 15:1;
d. untuk SMP atau yang sederajat 20:1;
e. untuk MTs atau yang sederajat 15:1;
f. untuk SMA atau yang sederajat 20:1;
g. untuk MA atau yang sederajat 15:1;
h. untuk SMK atau yang sederajat 15:1; dan
i. untuk MAK atau yang sederajat 12:1

.

SKP atau Sasaran Kerja Pegawai Negeri Sipil sudah harus dibuat oleh semua pegawai pada awal tahun 2014 ini. SKP ini berlaku baik untuk Pegawai Struktural maupun Pegawai Fungsional salah satunya Guru, yang termasuk dalam Jabatan Fungsional Tertentu (JFT).

Pada tulisan ini kami menyajikan contoh Format SKP untuk Guru, khususnya Guru Kelas/Mata Pelajaran dengan atau tidak dengan tugas tambahan yang tidak mengurangi jam tatap muka, meskipun demikian dapat juga digunakan oleh guru dengan tugas tambahan yang mengurangi jam tatap muka seperti Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Perpustakaan, dll. Untuk guru yang tanpa tugas tambahan yang mengurangi jam tatap muka, maka penghitungan Angka Kredit sudah kami sesuaikan secara otomatis, tetapi untuk guru dengan tugas tambahan yang mengurangi jam tatap muka, angka kredit harus dihitung secara manual.

Penghitungan Angka Kredit pada SKP ini sudah kami sesuaikan dengan penghitungan AK bagi guru dengan menggunakan format PKG. Karena contoh yang diberikan dalam PERKA BKN No.1 Tahun 2013, contoh format yang diberikan masih menggunakan contoh format penghitungan angka kredit model lama yang belum menggunakan PKG.

Format dan penghitungan yang kami sajikan ini didasarkan pada:

  • PP No:46 Tahun 2011
  • Perka BKN No: 1 Tahun 2013
  • Peraturan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN No: 3/V/PB/2010, No: 14 Tahun 2010
  • Lampiran I Permennegpan dan RB No: 16 Tahun 2009

Dalam format ini semua penghitungan sudah kami sajikan secara otomatis, kita tinggal mengisi data awal dan jumlah kwantitas atau kwalitas target SKP pada awal tahun, dan mengisi Realisasi Kwantitas dan Kwalitas pada akhir tahun saat penilaian capaian SKP.

Dalam perjalanan waktu, kami sudah menginovasi software tersebut agar dapat digunakan untuk membuat SKP Guru Kelas, Guru Mapel, Guru BK yang merangkap tugas menjadi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Kepala Perpustakaan, Kepala Bengkel, dll (Guru yang merangkap tugas sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah)

Bagi yang ingin melihat silakan download di:

Download Format SKP untuk Guru.

Lihat Demo Video pengisian klik di sini => http://www.youtube.com/watch?v=KuVL0nmmG5Q

.

Dengan diterapkannya sistem penilaian kinerja bagi para guru, maka proses kenaikan pangkat pun juga menyesuaikan. Jika sistem kenaikan pangkat selama ini bagi para guru cukup dengan mengumpulkan bukti-bukti fisik seperti administrasi, perangkat pembelajaran, dan berkas pendukung lain seperti piagam, sertifikat dan sebagainya, maka untuk model baru juga harus menggunakan kelengkapan dokumen hasil Penilaian Kinerja Guru. Penghitungan angka kredit pun berbeda dengan model dari Keputusan Bersama Mendikbud dan Kepala BKN No: 0433/P/1993 yang selama ini digunakan.

Adapun Format DUPAK (Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit) yang baru berdasarkan Keputusan Bersama Mendiknas dan Kepala BKN No: 03/V/PB/2010, Nomor: V/14/2010 Tanggal: 6 Mei 2010 dari pejabat pengusul terdiri dari 1 Format isian DUPAK dan 3 Lampiran.

Dengan adanya Penilaian Kinerja Guru tersebut, maka Penetapaan Angka Kredit bagi guru harus dilaksanakan setiap tahun, berdasarkan hasil PKG. Kemudian untuk kenaikan pangkat tinggal menjumlahkan hasil PAK per tahun. Jadi pembuatan PAK bagi guru bukan hanya sekali pada saat mau kenaikan pangkat, tetapi dibuat per tahun. Tetapi yang dipertanyakan apakah semua unsur sudah siap dengan pola baru ini. Karena kaitannya dengan tim analis yang pekerjaannya tentu bertambah secara berlipat. Jika pola lama PAK yang harus dibuat hanya untuk para guru yang akan naik pangkat, tetapi dengan pola baru ini, PAK untuk semua guru harus dibuat per tahun.

Semoga semua sudah bisa berjalan dengan baik sesuai dengan peraturan yang ada. Amin.

O ya hampir lupa, di sini saya lampirkan contoh DUPAK model baru, jika ada yang ingin melihat-lihat sekedar untuk referensi atau perbandingan silakan klik/tap pada link di akhir halaman ini. Formatnya seperti itu, namun isinya harus menyesuaikan dengan kondisi nyata guru yang bersangkutan dengan berpedoman pada Lampiran I Permennegpan dan RB nomor 16 Tahun 2009.

DOWNLOAD FORMAT DUPAK Baru

.

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 dan Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013, maka mulai tahun 2014 setiap pegawai negeri sipil / PNS harus sudah membuat SKP (Sasaran Kerja Pegawai). SKP dibuat setiap awal tahun oleh setiap pegawai sebagai bentuk komitmen tentang program kerja pada tahun yang bersangkutan. SKP ini menjadi dasar untuk pemberian DP3 atau Penilaian Prestasi Kerja Pegawai pada akhir tahun untuk pegawai yang bersangkutan.

Pengertian Penilaian Prestasi Kerja Pegawai:
Penilaian pelaksanaan pekerjaan pegawai adalah merupakan proses kegiatan yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pelaksanaan pekerjaan atau unjuk kerja (perfomance appraisal) seorang pegawai. Di lingkungan PNS dikenal dengan DP-3 (Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan) yang diatur dalam PP 10 Tahun 1979.

Tata Cara Penyusunan SKP:

  • Setiap PNS wajib menyusun SKP sebagai rancangan pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan sesuai dengan rincian tugas, tanggung jawab dan wewenangnya sesuai dengan struktur dan tata kerja organisasi.
  • Sasaran Kerja Pegawai (SKP) disusun dan ditetapkan sebagai rencana operasional pelaksanaan tugas pokok jabatan dengan mengacu pada Renstra dan Renja.

Unsur-Unsur SKP:

  1. Kegiatan Tugas Jabatan.
    Tugas Jabatan yang dilakukan harus didasarkan pada rincian tugas, tanggung jawab dan wewenang jabatan sesuai yang ditetapkan dalam struktur dan tata kerja organisasi.
  2. Angka Kredit
    Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang PNS dalam rangka pembinaan karier dan jabatannya.
  3. Target
    Setiap pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan harus ditetapkan target yang diwujudkan dengan jelas sebagai ukuran prestasi kerja, baik dari aspek kuantitas, kualitas, waktu dapat disertai biaya.
  4. Tugas Tambahan dan/atau Kreativitas
    Selain melakukan Kegiatan Tugas Jabatan apabila   ada tugas tambahan terkait dengan jabatan dapat ditetapkan menjadi tugas tambahan dan/atau kreatifitas dalam pelaksanaan Kegiatan Tugas Jabatan.

Berikut ini adalah contoh SKP untuk Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pengawas Sekolah/Mata Pelajaran jenjang Pengawas Muda. Untuk jenjang Pengawas Madya dan Pengawas Utama ada perbedaan dalam penghitungan Angka Kredit.
Sebagai contoh Anda bisa download dengan klik link di bawah ini:

DOWNLOAD CONTOH SKP

========

Oleh: Administrator | 14/01/2014

Anekdot

Memberi Arti Diri Bagi Orang Lain

Seorang buta, berjalan pada malam hari sambil membawa lentera.
Semua orang bertanya-tanya : “Apakah ia sudah gila ? Untuk apa menggunakan lentera ? Bukankah ia buta ?”
Lalu orang bertanya kepadanya : “Mengapa engkau menggunakan lentera, sementara engkau tidak dapat melihat ?”
Orang buta itu menjawab : “Aku membawa lentera bukan untuk aku, tetapi untuk orang lain, agar mereka dapat melihat dan tidak menabrak aku”.
Jadilah pribadi yg mampu memberi ARTI utk orang lain dalam keadaan apa pun.

Oleh: Administrator | 19/12/2013

Software PKG-Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mapel

Penilaian Kinerja Guru (PKG) membutuhkan keterampilan tertentu dan pada akhirnya dibutuhkan administrasi untuk membuat laporan hasil PKG. Laporan tersebut meliputi catatan-catatan hasil pengamatan dan pemantauan atau Laporan hasil Evaluasi PKG, Format Konversi / Rekap hasil PKG, dan Format Penghitungan Kredit hasil PKG. Pada prinsipnya penilai dan guru yang dinilai dituntut memahami sepenuhnya proses atau langkah-langkah PKG.

Di sini saya mempersembahkan software yang kami edit pada Ms-Excel 2013. Dengan menggunakan software yang kami namai Software PK Guru Kelas/Mata Pelajaran ini berguna untuk memudahkan dalam pembuatan laporan tersebut. Karena telah kami buat menggunakan otomatisasi penghitungan hasil PKG. Penilai atau pengguna software ini tinggal mengisi data-data penilai dan guru yang dinilai, mengisikan catatan-catatan pengamatan dan pemantauan, dan memberikan nilai pada setiap indikator dari 14 kompetensi. Dan setelah itu semua sudah dihitung otomatis dengan menggunakan aplikasi ini.

Anda bisa mencoba software ini secara gratis, silakan ambil DI SINI.

Kami mohon untuk tidak mengubah hak cipta ini terlebih untuk diperjualbelikan.

Semoga bisa membantu.

Oleh: Administrator | 03/12/2013

Download Ebook Tiga Dimensi – Ebook 3D

Ebook atau Buku Elektronik adalah sebuah buku yang dikemas untuk dikonsumsi dengan piranti keras seperti laptop, tablet, dan sebagainya. Karena ebook ini hanya berbentuk file maka kita bisa menyimpannya dalam jumlah besar tanpa perlu membutuhkan tempat seperti buku manual/kertas. Meskipun jika Anda membutuhkannya dalam bentuk kertas, Anda bisa mencetaknya. Format ebook bermacam-macam, yang banyak dipakai antara lain dalam format PDF dan Exe, meskipun demikian ada juga dalam format Swf, dan lainnya.

Ebook 3D

Di sini kami mencoba menyuguhkan kepada pembaca, berbagai Ebook yang bisa dikonsumsi secara gratis dengan menggunakan komputer berbasis Windows, karena Ebook yang kami sajikan di sini cukup menarik dalam bentuk format EXE dengan tampilan 3 Dimensi, yang terlihat seperti buku manual yang bisa dibolak-balik halaman per halamannya.

Silakan klik links di bawah ini untuk menikmatinya.

  1. Buku Pendidikan Agama Katolik 2013 Pegangan Siswa SD Kelas 1
  2. Buku Pendidikan Agama Katolik 2013 Pegangan Siswa SD Kelas 4
  3. Buku Pendidikan Agama Katolik 2013 Pegangan Siswa SMP Kelas 7
  4. Buku Pendidikan Agama Katolik 2013 Pegangan Guru SD Kelas 1
  5. Buku Pendidikan Agama Katolik 2013 Pegangan Guru SD Kelas 4
  6. Buku Katekismus Gereja Katolik (KGK)
  7. Dokumen Konsili Vatikan II
  8. Koleksi akan ditambah yang lain, masih dalam proses edit.

Penilaian Kinerja Guru Kelas/Mata Pelajaran sudah harus dimulai pada awal tahun pelajaran 2013-2014. Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan PKG maka pada bulan September 2013 seharusnya semua guru sudah mendapat PKG Formatif. Walau pun demikian besar kemungkinan hal ini belum banyak diketahui oleh para guru maupun kepala sekolah. Idealnya guru yang menggunakan angka kredit 2013 sebagai dasar kenaikan pangkat, maka angka kredit 2013 semester 2 sudah tidak lagi menggunakan penghitungan berdasarkan format Penilaian Angka Kredit Keputusan Menpan No. 84 Tahun 1993, tetapi sudah bedasarkan Permenegpan No.16/2009. Jika pemangku kebijakan secara konsekwen melaksanakan peraturan ini, maka yang akan dirugikan adalah para guru sendiri. Karena Penilaian Kinerja Guru (PKG) harus dilaksanakan dengan tidak bisa surut waktu.

Dalam tulisan ini, kami mempersembahkan kepada siapa pun yang membutuhkan suatu bentuk contoh Instrumen PKG berdasarkan Permenegpan dan RB No. 16 Tahun 2009. Instrumen yang kami sajikan ini bisa langsung dicetak dan digunakan untuk melaksanakan PKG. Kami telah menyusun instrumen yang terdiri dari:

  1. Indikator Penilaian yang terdiri dari 14 Kompetensi yang dijabarkan dalam 78 indikator.
  2. Proses Penilaian yang meliputi sebelum pengamatan, selama pengamatan, setelah pengamatan, dan pemantauan dari setiap Kompetensi yang dinilai.
  3. Lembar Laporan dan Evaluasi Penilaian Kinerga Guru Kelas/Mata Pelajaran, Format 1B.
  4. LembarPengamatan dan Pemantauan.
  5. Lembar Penilaian 14 Kompetensi (78 indikator).
  6. Lembar Rekap Hasil Penilaian Kinerja, Format 1C
  7. Lembar Format Penghitungan Angka Kredit PK Guru Kelas/Mata Pelajaran, Format 1D
  8. Petunjuk Pengisian.

DOWNLOAD instrumen PK Guru Kelas/Mata Pelajaran klik di sini!

.

Oleh: Administrator | 20/07/2013

Kurikulum Pend. Agama Katolik 2013

Tahun Pelajaran baru 2013-2014 sudah dimulai, namun bagi banyak guru Agama Katolik masih belum tahu akan mulai mengajar dengan kurikulum yang mana?
Hal ini salah satu sebabnya adalah kurangnya sosialisasi hingga tingkat guru atau karena keterlambatan sosialisai kurikulum Pendidikan Agama Katolik,  ditambah lagi  belum beredarnya kurikulum dan buku pegangan secara merata.

Di bawah ini adalah contoh Silabus Pendidikan Agama Katolik 2013
Silabus Pendidikan Agama Katolik 2013 Kelas 3 SD

Dan di bawah ini adalah contoh buku Teks pelajaran Pendidikan Agama Katolik Kelas 4 SD
Buku Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti Kelas 4 SD

.

Older Posts »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.